4 Pasar Sore Ramadan yang Hanya Ada di Jogja. Ngabuburit Sekalian Beli Takjil Murah Meriah

|

Siapa yang bisa mengelak keberkahan bulan Ramadan? Dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya, pahala yang didapat saat menjalani ibadah di bulan ini akan berkali-kali lipat lebih besar. Disamping itu, nggak bisa dipungkiri bahwa para pedagang, mulai dari yang jual sandang hingga pangan, ikut merasakan keuntungan yang luar biasa melimpah. Terlebih bagi mereka yang membuka lapaknya di pasar sore yang memang hanya diadakan khusus satu bulan saja selama puasa Ramadan.

Di Jogja, ada banyak pasar sore Ramadan yang bisa ditemui untuk berburu takjil dan makanan besar lainnya sebagai menu berbuka puasa. Kalau kamu datang mendekati waktu magrib, jangan kaget akan kehabisan dan kesulitan mendapatkan makanan yang diinginkan. Suasananya sangat ramai dan biasanya penuh sesak. Nggak heran sih, jajanan yang disuguhkan sangat beraneka ragam dan tentunya nggak akan bikin kantong kosong. Asal nggak kalap aja semuanya dibeli.

Untukmu yang tinggal di Jogja atau kebetulan sedang singgah di kota ini, Hipwee akan kasih tahu di mana saja pasar sore Ramadan yang bisa kamu sambangi. Sekalian buat ngabuburit, kayaknya seru nih!

1. Pasar sore Ramadan Kauman, tampat legendaris berburu takjil di Jogja

Gang masuk pasar sore Kauman via jogja.tribunnews.com

Jangan bayangkan pasar sore ini ada di area luas layaknya sebuah pasar sebenarnya. Pasar sore Kauman terletak di sebuah gang yang lebarnya bahkan tak sampai 2 meter.  Seperti namanya, pasar sore ini terletak di kampung Kauman, Jl. Ahmad Dahlan, sekitar 80 meter dari titik nol kilometer Jogjakarta, tepatnya berada di lorong sempit yang terletak di RW 10 hingga RW 13. Jika kamu dari arah nol kilometer, gang pasar sore ini ada di selatan jalan. Pasar sore ini sudah ada sejak tahun 1970-an, lho. Nggak heran kalau pasar sore Kauman jadi salah satu icon Ramadan di Jogja.

Penampakan di dalam gang via yogyakarta.panduanwisata.id

Satu jajanan khas yang hanya ditemukan saat Ramadan di pasar sore Kauman adalah kicak. Panganan ini terbuat dari beras ketan yang ditumbuk halus, gula, parutan kelapa, nangka, pandan dan vanili. Bahan–bahan ini kemudian dicampur menjadi satu dan dikukus dengan kayu bakar, kemudian dibungkus daun pisang. Kicak dijual dengan harga Rp. 2.000-2.500 setiap satu porsi kecil. Belum lengkap rasanya kalau pulang dari pasar sore Kauman tanpa membeli kicak.

Tips penting untuk yang akan ke sana; pastikan untuk menyusuri lorong terlebih dahulu agar bisa memilih dan memilah makanan mana yang akan dibeli, sekaligus untuk membandingkan harga, agar tidak menyesal kemudian.

2. Masjid Jogokariyan memang punya magnet tersendiri, pun dengan Kampoeng Ramadan-nya

Gerbang masuk Kampoeng Ramadan Jogokariyan via www.majelisnurhidayah.com

Masjid Jogokaryan jadi salah satu masjid di Jogja yang punya magnet tersendiri. Sering melakukan beberapa aktifitas menarik yang mengundang banyak orang untuk datang, Kampoeng Ramadan Masjid Jogokariyan menjadi salah satu aksi yang digelar oleh pengurus masjid tersebut. Jogokariyan sendiri terletak kurang lebih 4 km ke arah selatan dari titik nol, tepatnya di utara pom bensin Jl. Parangtritis Km. 2.

Menghidupkan perekonomian warga sekitar via www.majelisnurhidayah.com

Karena lokasinya berada di sepanjang jalan menuju masjid (sekitar 300 meter), dan para pedagang ada di kanan dan kiri jalan, nggak heran kalau lalu lintas padat merayap, apalagi menjelang waktu berbuka puasa. Memarkir kendaraan dan berjalan kaki untuk membeli takjil yang ditawarkan jadi pilihan jitu daripada memilih tetap berkendara karena akan membuat jalanan makin padat. Selain panganan, banyak juga orang yang menjual peci, sarung, jilbab hingga baju.

3. Kalau tiap Minggu ada sunmor, selama Ramadan, kawasan lembah UGM juga disulap jadi pasar sore yang menawarkan banyak jajanan takjil

Lembah UGM via www.unisifm.com

Selama Ramadan, kawasan lembah UGM disulap jadi pasar sore yang menawarkan banyak panganan untuk takjil. Banyak dari pedagang yang berjualan merupakan mahasiswa, lho. Dari es pisang ijo, sampai jajanan pasar seperti risoles dan juga gorengan bisa kamu dapatkan di sini dengan mudah. Kalau kamu berada di sekitaran kampus dan masih bingung dengan menu buka puasa nanti, berjalan-jalan di sekitaran UGM sembari menghabiskan waktu sore hari bisa jadi solusi. Jangan lupa solat maghribnya di Maskam UGM, ya!

4. Selanjutnya ada Jalur Gaza yang sama sekali jauh dari bahaya, tapi justru bikin bahagia. Letaknya ada di Nitikan, kota Jogja

Jajan di Jalur Gaza via keyogyakarta.com

Jalur Gaza yang dimaksud merupakan singkatan dari Jajanan, Lauk, Sayur, Gubuk Ashar Zerba Ada. Letaknya berada di sepanjang Jalan Nitikan, Sorogenen, Umbulharjo, Kota Jogjakarta (kurang lebih sepanjang 400 meter). Jalur Gaza ini tak berbeda jauh dengan Kampoeng Ramadhan Jogokariyan dimana pedagang yang berjualan berada di kanan dan kiri jalan. Kalau sudah niat ingin ke sana, jangan kesorean ya agar lalu lintas tak begitu padat.

Jadi, mau ke mana sore ini? Tetap ingat untuk jangan sampai saking serunya ngabuburit jalan-jalan cari takjil, salat maghrib atau bahkan tarawih jadi terlewat, ya. Bagaimanapun juga, tetap utamakan ibadahnya, dong!