7 Alternatif Obrolan Non Ghibah Saat Berpuasa Agar Pahalamu Nggak Berkurang Sia-sia

|

Berbincang jadi salah satu kegiatan yang paling ampuh untuk membunuh waktu. Sampai-sampai ada istilah ‘lupa waktu’ saking serius ngobrol. Apalagi sama teman sendiri yang sudah cukup dekat. Kadang di antara perbincangan itu terselip candaan. Tapi saat bulan puasa seperti ini ada bahan perbincangan yang harus dihindari seperti membicarakan aib orang lain mungkin. Walaupun aslinya puasa atau tidak, membicarakan aib orang itu ghibah.

Jadi, daripada pahala puasamu berkurang, lebih baik memang tak perlu membicarakan orang lain. Toh sebenarnya ada banyak hal yang bisa dibicarakan selain urusan orang lain. Hal-hal yang pastinya lebih bermanfaat dan nggak akan mengurangi pahala puasamu. Kira-kira obrolan itu apa saja?! Supaya puasa kamu atau temanmu sama-sama berkah ya.

 

1. Ngobrolin masa depan, salah satunya cita-cita atau harapan yang dipunya kalian

Ngobrolin cita-cita via www.pexels.com

Aku pengen banget dua atau tiga tahu ke depan nerbitin buku.

Eh, kamu mau nggak aku kenalin ke temanku yang editor penerbitan buku itu, siapa tahu dia bisa bantu.

Temanmu yang mana? itu yang kemarin satu tempat les bahasa Belanda sama aku.

Karena mungkin saja kamu dan temanmu ini bisa saling bantu mewujudkan mimpi atau cita-cita yang kalian miliki. Seperti ini juga yang membuat hubungan pertemanan kalian lebih sehat dan bermanfaat.

 

2. Membicarakan kesulitan-kesulitan hidup atau kerja. Ya seperti curhat sih, tapi selama nggak membicarakan orang sah-sah saja kan?!

Ngobrolin suka duka urusan pekerjaan via www.pexels.com

Ada kalanya sebagai manusia biasa kamu tak bisa menahan beban sendirian. Setidaknya kalaupun tak berharap bantuan, dengan menceritakannya saja sudah bisa buat hatimu lega. Sebaliknya, kamu pun harus siap mendengarkan segala keluh kesah temanmu ini. Biar kalian sama-sama mengerti kalau hidup sebagai manusia sosial itu harus punya empati. Bisa merasakan suka atau duka yang dirasakan oleh orang lain, khususnya orang terdekatmu sendiri.

 

3. Berbagi cerita soal film yang baru selesai ditonton kalian, atau sekadar membicarkan lagu-lagu yang cocok untuk didengar selama puasa

Ngobrolin film yang baru kalian tonton via unsplash.com

Kamu udah nonton film Cek Toko Sebelah belum?

Udah dong, asli aku ketawa sambil nangis liat film itu.

Sama dong, yang bikin ketawa pasti keabsurdan karyawan-karyawan tokonya kan?

Iya, gokil!

Kadang obrolan yang menarik memang sesederhana membahas film atau acara reality show yang kalian sukai. Membuat kamu dan temanmu ini tak berusaha terlalu keras untuk bisa mencairkan suasana atau tertawa. Ngomongin film atau musik pun pastinya tak buat puasamu makruh kan?! Dengan catatan plot film yang kalian bahas masih ‘aman’ saja.

 

4. Membahas ide apa saja yang kalian punya mulai dari usaha sampai kegiatan baru, pastinya bermanfaat dan seru

Ngobrol sambil jalan-jalan bareng temanmu via www.pexels.com

Aku punya rencana, minggu depan mau ke Bandung nih. Pengen ngerasaain puasa di sana sekali-kali, hehehe….

Sama aja kali puasa di Bandung sama di Jakarta.

Yah beda lah, kalau di Bandung lebih sejuk, kalau di Jakarta kan pengap. Kamu mau temenin nggak?

Selama kamu dan temanmu ini punya usaha memicu pikiranmu untuk terus menghasilkan ide baru, pastinya akan banyak juga hal yang bisa kalian bahas bersama. Seperti rencana kegiatan mungkin.

 

5. Kebiasaan atau kegiatan kalian saat puasa, siapa tahu jadi referensi yang baik untuk ditiru

Ngobrolin kegiatan selama puasa via www.pexels.com

Karena kamu atau temanmu selalu punya kebiasaan yang berbeda. Secara kalian tumbuh dan tinggal di keluarga yang tradisinya pun berbeda. Jadi, harusnya memang ada banyak kebiasaan kalian yang bisa dibagi sebagai tambahan informasi atau ilmu bahkan.

 

6. Rencana Lebaran, mau buat acara di rumah saja atau mudik ke kampung bareng keluarga

Ngobrolin rencana lebaran via unsplash.com

Awalnya memang membicarakan rencana lebaran, mau mudik ke kampung halaman orangtua atau stay di ibukota saja. Tapi pada akhirnya pasti pembicaraan ini akan melebar ke banyak hal. Bisa ke tradisi Lebaran di kota asal kalian, pengalaman mudik yang pernah kamu rasakan, sampai ke hal-hal yang paling kamu nanti saat Lebaran tiba. Bukankah itu menyenangkan? Siapa tahu kamu pun bisa sedikit bernostalgia di sana.

 

7. Bercanda selama tak saling menyinggung atau menyakiti kan sah-sah saja

Bercanda asal masih tahu batasnya via www.pexels.com

Nggak ada yang melarang kamu dan temanmu untuk saling melempar candaan. Selama candaan itu tak menyinggung atau menyakiti satu sama lainnya, kan tawa kalian bisa jadi alat perekat paling mujarab. Karena menumbuhkan rasa nyaman di antara kalian. Setidaknya bercanda masih lebih baik daripada membicarakan urusan orang lain atau bergunjing.

Sebab puasa pun bukan alasan kamu untuk mengurangi kegiatan sosialmu seperti sekadar ngumpul bareng teman sembari menunggu waktu berbuka puasa. Bukankah silaturahmi juga salah satu bentuk ibadah?