Berbukalah dengan yang Manis. Inilah Serba-serbi Kurma dan Manfaatnya yang Nggak Main-main

|

Selain iklan sirup yang mendadak muncul di setiap jeda iklan TV swasta, permintaan akan kurma juga meningkat di bulan puasa. Banyak orang yang memakan kurma saat berbuka puasa. Seperti yang kita tahu, Rasulullah SAW juga memakan 2-3 butir kurma saat buka puasa. Sebagai umat Muslim tentu kita perlu meneladani pemimpin umat Islam.

Bukan hanya soal meneladani Rosulullah, kurma memang punya segudang manfaat bila kamu konsumsi saat bulan Ramadan. Buang manis ini memiliki banyak keunggulan yang mungkin nggak dimiliki oleh buah lainnya. Kamu yang penggemar kurma atau selama ini kurang suka makan kurma, coba deh simak dulu info yang sudah Hipwee kumpulkan ini.

 

1. Tak hanya mudah dicerna, kurma juga mengurangi rasa lapar. Jadi kamu nggak makan berlebihan setelah puasa seharian

Biar makan nggak berlebihan saat buka puasa via www.gulalives.co

Perubahan pola makan yang cukup signifikan sering membuat pencernaan menjerit saat kita berpuasa. Belum lagi kita seringkali hilang kontrol saat buka puasa. Semua-semuanya dimakan sampai perut kekenyangan. Padahal dengan sistem pencernaan yang sedang sensitif ini, kita harus berhati-hati atas apapun yang dikonsumsi.

Nah, kurma adalah buah yang mudah dicerna, sehingga nggak menyiksa pencernaan. Berbuka puasa dengan kurma bisa membantu mempersiapkan perut untuk makanan yang lebih berat setelah seharian kosong. Selain itu, kurma juga memengaruhi otak untuk mengurangi perasaan lapar. Dengan begitu, kamu nggak kebanyakan makan sehingga pencernaanmu bermasalah.

2. Kurma kaya akan glukosa dan zat-zat kebutuhan tubuh lainnya. Fungsinya bisa menjaga kesehatan kita selama puasa

kurma membantu memenuhi nutrisi via rubik.okezone.com

Rasa lemas saat puasa itu terjadi karena kurangnya nutrisi yang masuk ke tubuh. Hal itu menyebabkan tekanan darah juga berkurang, sehingga kamu mengalami pusing-pusing. Kurma yang kaya akan kandungan glukosa bisa membantu mencukupi kebutuhan tubuh sehari-hari. Selain itu, kurma juga kaya akan kandungan mineral dan karbohidrat yang bisa menjaga tubuhmu tetap sehat. Kandungan karbohidrat inilah yang membuat kurma “lamban dicerna”, sehingga awet kenyangnya. Karena itu, kurma cocok juga kamu makan saat sahur.

Tapi bila kamu menderita diabetes atau punya risiko diabetes, konsumsi kurma harus tetap dibatasi ya. Karena tingginya kadar karbohidrat dan glukosa pada kurma menjadikannya kurang recommended untuk penderita sakit gula.

3. Kandungan serat yang tinggi pada kurma juga bisa mencegah konstipasi. Karena itu, bagus kalau kamu makan kurma minimal 3 butir sehari

Mengatasi konstipasi via www.ekspostimur.com

Salah satu masalah yang dialami saat puasa adalah sulit buang air besar atau konstipasi. Perubahan pola makan dan minimnya asupan air dalam tubuh membuat hal ini jadi wajar. Tapi memperbanyak minum air putih saat buka puasa dan sahur pun hanya berakibat perut kembung. Nah, kandungan serat yang tinggi pada kurma ini bisa membantumu menjaga kesehatan pencernanaan dan mengurangi risiko konstipasi.

4. Ada berbagai varian kurma yang bisa kita temui di Indonesia. Salah satunya adalah kurma Azwa yang harganya bisa sampai 1,5 juta per kilo

Kurma nabi via oleholehhaji.id

Kebanyakan kurma yang beredar di Indonesia adalah hasil impor dari negara lain. Salah satunya adalah kurma azwa yang berasal dari Mekah. Kurma azwa atau yang sering disebut kurma nabi ini adalah jenis kurma yang harganya paling mahal. Ciri-cirinya berwarna hitam pekat dengan serat berwarna cokelat di permukaannya. Dagingnya lebih tebal dan rasanya yang nggak terlalu manis membuatnya jadi idola. Kurma sendiri memiliki ratusan jenisnya. Ada yang dari Arab, Iran, bahkan Amerika, yang citarasanya pun berbeda. Selain kurma nabi, ada juga kurma elwaha dari Mesir, deglet noor dari Tunisia, Kurma Iran, dan Kurma Madjool dari Amerika. Semuanya mudah didapatkan di Indonesia.

 

5. Proses kurma bisa sampai dimakan itu nggak sebentar lho. Bahkan awalnya kurma itu keras, hijau, dan rasanya pahit!

pohon kurma via www.tokopedia.com

Kurma yang kita kenal adalah kurma berwarna hitam atau cokelat, empuk, dan manis saat dimakan. Tapi seperti buah lainnya, proses kurma bisa siap makan ini lumayan lama. Kurma berasal dari pohon Phoenix dactylifera yang baru akan berbuah setelah 4-7 tahun ditanam. Setelah penyerbukan terjadi, buah kurma warnanya hijau. Tahap ini namanya kimri, pertambahan berat pun terjadi dengan pesat.

17 minggu setelah itu, kurma mulai berubah warna menjadi merah atau kuning yang disebut dengan tahap khalal. Di tahap ini kurma rasanya pahit karena kandungan taninnya tinggi. Baru 6 minggu selanjutnya masuk tahap rutab, ketika kurma mulai berwarna cokelat dan beratnya berkurang. Kandungan tanninnya sudah hilang dan rasa kurma berubah manis. Tahap terakhir adalah tamar, di mana kurma sudah masak sepenuhnya dan siap diedarkan. Selain masak di pohon, kurma juga bisa dimatangkan dengan metode pembekuan dan penjemuran.

6. Selama ini Kurma dikenal sebagai komoditi negara-negara Timur Tengah. Tapi di Purwodadi, ada kebun kurma yang jadi agrowisata lho

Wisata Kebun Kurma via www.piknikdong.com

Selama ini muncul pertanyaan apakah kurma bisa tumbuh di Indonesia? Jawabannya bisa. Di Pasuruhan ada Wisata Kebun Kurma Kabupaten Pasuruhan yang memanfaatkan kebun kurma dari sektor wisata. Pemiliknya bahkan mengklaim kebun ini adalah yang terbesar di Indonesia. Umumnya Kurma dihasilkan oleh negara-negara timur tengah dan Afrika. Untuk membuat kurma masak sempurna, dibutuhkan suhu udara 40-50 derajat. Karena itulah nggak semua daerah bisa menjadi penghasil kurma, karena meski bisa tumbuh belum tentu buahnya bisa masak sempurna.

 

Kurma disebut juga dengan the tree of life, karena seluruh bagian pohonnya bisa dimanfaatkan. Buahnya bisa dimakan, batangnya bisa untuk bahan bangunan, dan bahkan bijinya bisa dipakai untuk bahan dasar sabun dan eyeliner. Di luar negeri, kurma juga bisa dipakai sebagai campuran kopi atau susu supaya citarasanya lebih nikmat. Kurma memang serba guna!