Buatmu yang Suka “Balas Dendam” dan Rakus Makan Saat Buka Puasa, Pahami Dulu Efek Negatifnya di Sini

|

Azan Magrib menjadi hal yang paling ditunggu ketika sedang berpuasa. Lapar dan dahaga yang seharian dirasakan akan terbayar saat buka puasa tiba. Tidak sedikit orang yang akan menjadikan ajang “balas dendam” dengan cara membeli banyak jenis makanan atau minuman dan menyantapnya langsung tanpa jeda. Apalagi orang Indonesia terbiasa berbuka dengan yang manis-manis seperti es buah, es teh manis, sirup, atau kolak. Bahkan tak jarang yang langsung menyantap makanan berat seperti nasi dan daging.

Selain hal tersebut bertentangan dengan firman Allah SWT dalam surat Al-A’raf ayat 31, yang berisi larangan untuk berlebih-lebihan termasuk soal makanan dan minuman, kebiasaan makan atau minum banyak setelah puasa seharian ternyata juga banyak keburukannya lho. Puasa yang seharusnya bermanfaat bagi kesehatan, malah justru menjadi sumber penyakit jika kamu berlebihan saat menyantap hidangan berbuka. Simak deh apa saja bahayanya bagi kesehatan tubuh..

Bukannya turun, berat badan orang-orang yang rakus saat berbuka malah cenderung akan naik lho

Obesitas alert! via synergysmartdetox.com

Seharusnya bulan puasa ini dapat dijadikan momen untuk memperbaiki pola makan sehingga pencernaan senantiasa sehat. Caranya adalah dengan makan makanan yang sehat, mengonsumsi sayur dan buah, serta perbanyak minum air putih. Namun tidak jarang orang justru berbuka dengan makanan yang tinggi kalori. Hal ini justru akan membuat berat badan meningkat. Sebaiknya jangan langsung makan makanan berat ketika buka puasa tiba. Sebaliknya, atur ritme berbukamu dengan minum air putih, dilanjutkan makan kurma 3 biji, lalu istirahat sebentar sembari menunaikan ibadah salat magrib. Setelah itu baru makan nasi atau makanan berat lainnya dengan porsi secukupnya.

Sistem pencernaan justru akan terganggu karena “kaget” jika langsung diisi makanan dalam jumlah banyak

Gangguan sistem pencernaan via hellosehat.com

Ketika berpuasa, lambung manusia dalam keadaan “tidur”. Bayangkan saja jika setelah perut kosong seharian dan kamu langsung menyantap makanan dalam jumlah banyak, yang terjadi lambung yang tadinya tidak beraktivitas, akan dipaksa bangun untuk mencerna makanan. Hal ini akan menimbulkan nyeri perut, kembung, mual, bahkan muntah lho. Jika pencernaan terganggu bisa juga menyebabkan perut kembung, sakit perut, bahkan diare. Ini disebabkan banyaknya enzim pencernaan yang keluar sehingga makanan tidak tercerna dengan baik, yang kemudian difermentasi dan mengeluarkan gas di dalam perut. Bagaimanapun, waktu tercepat makan berat ketika berbuka adalah setelah salat magrib. Akan lebih baik jika dilakukan setelah salat tarawih.

Makan banyak malah akan membuat lemas dan mengantuk

Lemas dan mengantuk via www.cnnindonesia.com

Sudah bukan hal baru lagi jika setelah makan kita kerap dilanda rasa kantuk dan lemas. Hal ini terjadi karena setelah makan, otak akan memerintahkan darah mengalir ke seluruh organ untuk membantu proses pencernaan. Bantuan sel darah merah tersebut akan mendistribusikan zat gizi ke seluruh bagian tubuh. Tak jarang rasa kantuk tidak bisa dibendung sehingga banyak orang yang memilih tidur setelah makan. Sama halnya jika berbuka berlebihan. Tidur setelah makan dapat menyebabkan asam lambung berbalik arah kembali ke kerongkongan yang akhirnya beimbas buruk bagi saluran cerna atas. Masalah asam lambung ini jika dibiarkan bisa menyebabkan komplikasi.

Selain itu, tubuh lemas akan membuat malas melanjutkan aktivitas padahal sehabis berbuka masih ada salat tarawih yang akan sayang jika ditinggalkan. Apalagi jika penyebabnya adalah rasa malas dan kantuk. Padahal ibadah satu tahun sekali itu belum tentu bisa dilakukan lagi tahun depan. Jangan sampai deh kalian menyia-nyiakan kesempatan ibadah di bulan ramadan hanya karena kerakusan kalian..

Minum banyak tanpa jeda juga tidak kalah berbahaya lho

Minum berlebihan juga bahaya via klikbukusehat.blogspot.co.id

Rasa dahaga yang sudah ditahan seharian sering membuat orang gelap mata dalam mengonsumsi minuman ketika berbuka. Tidak cukup dengan air putih, kebanyakan orang juga akan minum susu, teh, sirup, es buah, es campur, dan lain-lain. Sebaiknya kamu tidak langsung meminum banyak karena ternyata dampaknya juga sama bahayanya. Minum berlebihan dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam jaringan tubuh sehingga bisa terjadi pengenceran darah dan mengganggu sistem elektrolit. Menumpuknya cairan bisa membuat organ jantung bekerja lebih keras untuk memompa kelebihan cairan tersebut. Tak dapat dihindari, gagal jantung bisa saja terjadi. Selain jantung, ginjal juga akan bekerja ekstra. Otak bisa juga mengalami pembengkakan hinga menyebabkan kejang atau kelumpuhan. Yang paling berbahaya bisa berujung pada kematian.

Nah buat kalian yang hampir selalu “gelap mata” ketika buka puasa tiba, sebaiknya ditinggalkan ya! Jadikan bulan penuh berkah ini sebagai sarana kalian lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukannya melakukan sesuatu yang berdampak buruk.