Bukan Cuma Aladin dan Abu Nawas, Kamu Perlu Ngerti Sejarah dan Fakta Tentang Hikayat Seribu Satu Malam

|

Pernah dengar cerita kocak Abu NawasSinbad si Pelaut ? atau Aladin dan Lampu Ajaib ? Tau nggak sih cerita-cerita tersebut adalah bagian dari sebuah hikayat bernama Seribu Satu Malam. Cerita epik tersebut berasal dari Persia yang lahir pada masa keemasan Islam. Serunya, ada fakta-fakta lain dari sejarahnya yang rumit ini. Ternyata Seribu Satu Malam punya perjalanan panjang sebelum akhirnya dikenal sebagai warisan peradaban Islam untuk dunia.

Kahlil Gibran pernah membuat gambar sketsa Abu Nawas pada tahun 1916. Faktanya Abu Nawas memang nyata dan bukan tokoh fiktif.

Kalian yang masih bingung tentang sejarah dan faktanya, yuk bareng-bareng kita cari tau! Dilansir dari Wikipedia dan beberapa sumber lain, mari simak rangkumannya bareng Lembaran Putih Hipwee!

1. Seribu Satu Malam bukan hanya ceritakan kisah jenaka Abu Nawas atau Sinbad, ternyata di situ juga ceritakan kegemilangan perjuangan wanita

Schererzade dan Raja Shahryar (dilukis oleh Ferdinand Keller, 1880) via wikipedia.com

Dikisahkan seorang wanita bernama Scheherezade (Shahrazad) memilih menjadi menjadi ratu mendampingi raja Shahryar di Persia yang terkenal kejam dan sering membunuh wanita. Scheherezade memilih jadi istri raja supaya bisa menyadarkan sang raja dari tindakan jahat tersebut. Malang nasibnya, dia dijatuhi hukuman mati oleh raja, setiap malam sebelum eksekusi itu tiba, dia selalu menceritakan kisah menarik dengan ending menegangkan sehingga sang raja kejam menangguhkan hukuman tersebut. Seribu satu malam ia lewati sampai pada akhirnya sang raja sadar atas perbuatan buruknya.

2. Kota Baghdad dahulu adalah pusat perdagangan, kota ini memiliki andil besar terciptanya cerita dan dongeng Seribu Satu Malam

Adegan ini mungkin diilhami Seribu Satu Malam. (credit: Rene Bull) via classics-illustrated.com

Kota Baghdad adalah kota perdagangan yang menjadi tempat cikal bakal Seribu Satu Malam. Para pedagang memegang peranan penting, konon mereka para pedagang yang berasal dari China, India, Afrika bahkan Eropa turut menyumbang cerita tradisional dalam Seribu Satu Malam. 

3. Di Persia ini dikumpulkan cerita tradisional bercorak India, Persia dan Arab lalu diberi judul Hazar Afsanah yang berarti Seribu Legenda. Tetapi sampai saat ini banyak pendapat yang berbeda tentang ini

Sinbad si pelaut cukup terkenal, apalagi buat mereka generasi 90-an. Cerita ini pernah diangkat menjadi serial televisi. (Credit: Gustave Dore, Les voyages de Sindbad – Paris 1865) via www.magasinpittoresque.be

Namanya sangat indah, Hazar Afsanah adalah kumpulan cerita tradisional dari berbagai negara yang terangkum di Persia, inilah cikal bakal hikayat Seribu Satu Malam. Pada Abad 9 M, Abu abd-Allah Muhammed el-Gahshigar seorang pendongeng dari Arab menerjemahkan Hazar Afsanah ke dalam bahasa Arab.

Barulah sekitar abad ke-14 Seribu Satu Malam mulai dirangkai dan diterbitkan di Kairo tahun 1835. Tapi ada juga yang berpendapat bahwa Abu Abdullah bin Abdus Al-Jasyayari lah yang menulis dan merangkai cerita dalam kitab alf layla wa-layla dengan bumbu cerita tradisional Arab yang diambil dari Hazar Afsanah pada tahun 850 M. Semakin misterius ketika pendapat lain  muncul dan menyatakan 1001 malam berasal dari Persia dengan judul Hezar-o yek sab. Cerita itu konon dibuat dan dirangkai oleh para pengarang, cendekia dan penerjemah.

4. Harun Ar-Rasyid adalah seorang pemimpin pada masa Kekalifahan Abbasiyah, sosoknya juga muncul dalam Seribu Satu Malam. Dia adalah pemimpin generasi kelima Abbasiyah saat era keemasan Islam

Terkenal akan kepemimpinannya saat masa keemasan Islam, tokoh satu ini pun dimasukkan dalam hikayat Seribu Satu Malam. (Gambar oleh Zereshk dari lukisan Julius Köckert, 1864) via Wikipedia.com

Masa Keemasan Islam di era Kekalifahan Islam bahkan direkam dalam Seribu Satu Malam. Harun Ar-Rasyid buktinya, dia dimasukkan menjadi salah satu tokoh fiktif dalam Seribu Satu Malam. Dia adalah khalifah kelima dari masa kekalifahan Abbasiyah, mulai menjabat pada tahun 786 M.

5. Abu Nuwas atau Abu Nawas adalah sosok nyata, dia merupakan pujangga terkenal di zamannya. Hidupnya memilukan tapi dia seorang yang periang, konon karena itulah hanya kisah kocaknya saja yang dituliskan

Pujangga terkenal dan termasyur bernama Kahlil Gibran pada akhir abad 19 bahkan membuat sketsa sosok Abu Nuwas. (Credit: Kahlil Gibran, 1916) via www.al-funun.org%20

Mungkin kalian kira Abu Nawas adalah tokoh fiktif atau rekaan. Ternyata dia itu nyata, dia terkenal sebagai pujangga besar di masanya. Dia lahir di Persia, potretnya bahkan digambar oleh Kahlil Gibran. Kehidupan Abu Nawas nggak selamanya menyenangkan bahkan konon dia dipenjara. Bahkan menurut cerita dia sengaja tak mau menuliskan kesedihannya ini dalam karya dan begitu juga dalam Seribu Satu Malam. 

Seribu Satu Malam telah banyak memengaruhi dunia sastra dan seni, melekat menjadi dongeng yang bisa dinikmati masyarakat dunia. Inilah warisan peradaban Islam kepada dunia luas.

Hikayat Seribu Satu Malam telah memengaruhi berbagai sudut kebudayaan seperti sastra, Goethe dan Edgar Allan Poe seorang penulis terkenal yang nggak bisa lepas dari pengaruh 1001 Malam (versi Galland). Perlu diketahui Jean Antonie Galland adalah seorang kolektor asal Prancis yang terpukau oleh koleksi teks asli kitab alf layla wa-layla. Dia lalu menerjemahkan dalam bahasa Prancis dan menambahkan cerita Aladdin dan Lampu Ajaib, Sinbad si Pelaut, Ali Baba dan 40 Pencuri. Konon cerita yang populer itu Galland dengar dari seorang pendongeng di Aleppo bernama Hanna Diab.