Cara Jitu Atur Pengeluaran Selama Ramadan. Daripada Cuma Habis Buat Momen Buka Puasa Doang ‘Kan?

|

Bulan Ramadan telah datang. Momen yang hanya datang sekali dalam setahun ini kerap dimanfaatkan oleh umat muslim untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Karena seperti yang telah kita dengar sebelumnya, segala amal ibadah pada bulan ini akan diganjar dengan pahala yang berlipat ganda. Tak khayal jika banyak orang berlomba-lomba menebarkan kebaikan kepada sesama. Selain usaha untuk lebih meningkatkan ibadah kepada sang Khalik, momen Ramadan juga kerap dimanfaatkan sebagian orang untuk menjalin silaturahmi dengan kerabat dan teman-teman. Entah mengadakan Sahur on The Road (SOTR), tarawih bareng, atau buka bersama (bukber).

Banyak orang yang selalu bersemangat ketika ada undangan buka bersama di luar. Apalagi jika diadakan bersama teman-teman lama. Selain berbuka bersama, momen ini juga dapat menjadi ajang silaturahmi dan temu kangen mereka yang lama tidak bersua. Namun sebagian dari mereka juga merasa bahwa ternyata acara bukber ini cukup menguras kantong, terlebih jika terlalu sering dilakukan. Padahal kalau dipikir-pikir, saat puasa kita tidak akan banyak mengeluarkan uang untuk makan atau jajan di pagi sampai sore hari. Tapi ternyata setelah bulan Ramadan berakhir, tak jarang orang justru kaget dengan saldo dan pengeluarannya bulan itu.

Nah untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi, simak tips mengatur pengeluaran selama bulan Ramadan dari Hipwee ini Guys! Supaya menjelang lebaran kita masih ada dana untuk membeli baju baru 🙂

1. Merancang anggaran untuk pos-pos khusus selama bulan Ramadan terbukti efektif untuk mengontrol keuangan kamu lho

Merancang anggaran

Sebelum Ramadan datang, ada baiknya kamu menentukan budget atau anggaran yang diperlukan ketika puasa tiba. Pos-pos khusus tersebut seperti buka atau sahur bersama, sedekah atau infak, pembelian kebutuhan lebaran, dan angpao untuk saudara-saudara. Dengan begini kamu akan mengetahui berapa kira-kira total anggaran yang dibutuhkan selama Ramadan. Kamu juga bisa mengantisipasi terjadinya kanker (kantong kering) dengan menyisakan anggaran untuk kebutuhan-kebutuhan mendadak.

2. Buat kalian yang selalu mupeng kalau ada diskonan, sebaiknya tahan-tahan deh

Diskon besar-besaran

Bulan Ramadan apalagi kalau sudah mendekati lebaran, kita kerap dimanjakan dengan adanya diskon dimana-mana. Sejauh mata memandang, yang terpampang adalah papan-papan diskon besar-besaran. Tak hanya toko konvensional, toko-toko online pun tidak mau kalah menawarkan promo atau potongan harga gila-gilaan kepada customernya. Hal ini tentu sulit dihindari sebagian besar orang, terlebih kaum hawa. Biasanya mereka akan tergiur dengan membeli sebanyak-banyaknya barang. Mumpung diskonan. Tapi hal ini ternyata tidak sehat untuk kondisi keuanganmu lho. Berapapun diskonnya, akan lebih baik jika kalian menahan diri untuk tidak ‘lapar mata’. Mending beli yang memang sesuai kebutuhan. Dengan begitu, perilaku konsumtif bisa terkontrol.

3. Kontrol kebiasaan jajan di pasar takjil, saat puasa biasanya kamu memang lapar mata saja

Pasar takjil

Kemeriahan bulan Ramadan dapat dilihat dari menjamurnya pasar takjil di setiap sudut kota. Rasanya setiap kelurahan akan menggelar pasar takjil ini. Tempat yang menjajakan begitu banyak varian makanan dan minuman ini tentu menjadi surga tersendiri bagi orang-orang yang sedang berpuasa. Dalam kondisi lapar dan haus kita pasti dilanda keinginan melahap semua makanan yang ada. Karena lapar mata, biasanya orang akan rela membeli berbagai jajajan yang dijual di pasar takjil ketika ngabuburit. Tapi percayalah, mayoritas orang tidak akan bisa menghabiskan semuanya saat adzan maghrib tiba. Tak jarang malah jadi mubadzir. Jika tidak ingin kantongmu jebol, cobalah jangan mengikuti nafsumu untuk membeli banyak jenis makanan di pasar takjil. Beli sewajarnya saja ya!

4. Tidak semua acara buka bersama harus didatangi, pilih yang paling penting saja

Buka bersama

Tak jarang banyak orang dibuat bingung dengan acara buka bersama yang datang silih berganti. Mulai dari bukber bersama teman-teman TK, SD, SMP, SMA, kuliah, sampai teman-teman kerja. Belum lagi jika punya beberapa grup di luar itu semua. Biasanya tempat yang dipilih untuk bukber juga tidak murah, mengingat momen tersebut langka terjadi sehingga lokasinya pun harus yang berkesan. Oleh karena sifat segan yang banyak dimiliki orang, biasanya mereka akan menghadiri semua acara bukber. Padahal kalau disuruh jujur, siapa juga yang kuat mengeluarkan dana hanya untuk makan di restoran mahal setiap buka puasa? Nah, coba deh kesampingkan rasa seganmu sedikit saja. Berpikirlah lebih realistis. Pilih acara bukber yang memang benar-benar penting buatmu.

5. Manfaatkan peluang untuk memperoleh pemasukan tambahan

Penghasilan tambahan, kenapa tidak?

Ramadan membawa berkah memang nyata adanya. Jika kamu adalah pembuat kue atau makanan yang handal, cobalah untuk menjual hasil karyamu di pasar-pasar takjil dekat tempat tinggal. Atau jual secara online jika memang waktumu terbatas. Selain itu kamu juga bisa menjadi reseller baju-baju Muslim atau perlengkapan salat yang biasanya banyak diburu untuk keperluan Lebaran. Tak ada salahnya mencoba memanfaatkan berbagai peluang yang ada. Kan lumayan hasilnya bisa untuk tambah-tambah pemasukan.

Nah itu dia beberapa tips dari Hipwee untuk kalian supaya kantong tetap aman meski banyak kebutuhan. Sebenarnya semua tetap tergantung pada diri kita sendiri sih, sejauh mana kita bisa mengontrol diri kita supaya tetap bijak dalam mengatur pengeluaran. Selama berpuasa ya! 🙂