Cerita-cerita Lucu Keteledoran yang Terjadi Saat Puasa, Namanya Juga Manusia…

|

Sebagai manusia yang tak luput dari kesalahan, di bulan puasa ini terkadang ada aja keteledoran-keteledoran yang tanpa sengaja kita lakukan. Keteledoran ini pun menyimpan kesan tersendiri di Bulan Ramadan setiap tahumnya. Kalau diceritakan pun, terkesan lucu.

Kira-kira apa saja sih ketelodoran yang seringkali kita lakukan di Bulan Ramadan ini? Yuk simak pemaparan Lembaran Putih Hipwee berikut ini biar kamu nggak mengulang keteledoranmu lagi!

Dengan PD-nya sahur dan lahap. Baru dua suap, eh udah azan subuh…

Alamak, azan subuh! via www.businessinsider.sg

Karena sangat terbiasanya bangun ketika sahur, kita kadang nggak memperhatikan pukul berapa ketika itu. Selain karena nggak menyalakan televisi dan asik mempersiapkan hidangan sahur, kita pun nggak sadar kalau saat itu sebenarnya sudah masuk waktu imsak. Ketika hidangan sudah siap disantap, baru dua suap, eh…terdengar azan subuh. Barulah kita mengecek jam dinding, dan ternyata memang sudah waktunya azan tuh! Duh teledor banget sih, harusnya sedari tadi nggak santai-santai. Akibatnya hidangan sahur jadi terlewatkan dong. Kita pun harus kuat-kuat melewati hari puasa tanpa sahur yang cukup. Gimana lagi, sudah jadi konsekuensi keteledoran kita.

Hari pertama puasa, bangun tidur jam 8 pagi dengan santainya ke dapur dan menenggak air satu gelas. Rejeki juga sih…

Puasa lho mbak via www.shutterstock.com

Ini yang sering terjadi. Karena sebelum Bulan Ramadan terbiasa minum air putih setelah bangun tidur, kebanyakan orang jadi latah. Sebenarnya sih malamnya sahur-sahur aja, tapi begitu bangun paginya seolah jadi hilang ingatan. Masih mendingan kalau hanya lupa menenggak air putih, kadang ada yang lupa sarapan juga lho! Wah gimana lagi ya namanya juga manusia. Tapi hal ini nggak bikin puasa kamu batal kok, asal setelah ingat kalau sedang berpuasa jangan kamu teruskan makanya ya!

Serunya menyiapkan hidangan berbuka. Oseng dioseng, yuk cicipin dulu kurang apa, eh kok nyicipinnya ditelan??

Duh asin, duh kan puasa! via cdn.shutterstock.com

Buat yang hobi masak, menyiapkan hidangan berbuka jadi “ngabuburit” paling asik untuk menunggu magrib. Lagi asik-asiknya masak, merasa ragu-ragu dengan hidangannya, takut kurang asin kurang manis. Niat hati ingin mencicipi untuk memastikan kalau masakanmu sudah enak atau belum, tapi ternyata icip-icipnya lupa ditelan. Sebenarnya kamu boleh kok mencicipi hidangan yang kamu masak, tapi hanya dirasakan di lidah saja dan dimuntahkan kembali setelah itu berkumur. Mencicipi ini artinya sedikit ya, kalau nyicipnya sepiring mah batal dong! Tapi kalau begitu nyicip lupa ditelan, hmmm…

Kayaknya sih udah azan magrib, ternyata barusan cuma suara orang tadarus. Padahal udah nyeruput takjil satu gelas

Astaghfirullah, belum azan via i.ndtvimg.com

Memang ketika menjelang magrib terkadang beberapa muazin melakukan tadarus, tujuannya agar ngabuburit diisi dengan hal bermanfaat selain itu juga mengingatkan bahwa waktu berbuka sebentar lagi. Namun suara muazin yang terlanjur mengalun merdu sering disangka azan. Ini juga teledor sih, seharusnya didengarkan dulu bacaannya azan atau tadarus kan? Disangka azan, akhirnya satu gelas takjil pun sudah dilibas. Beberapa menit kemudian, azan baru terdengar, lalu kita pun bertanya-tanya, “Jadi yang tadi itu cuma bacaan tadarus dan belum masuk waktu buka ya?”. Hayo, lain kali dipastikan dulu ya.

Saking kenyangnya buka puasa, di tengah-tengah tarawih tumbang deh!

Si adek tumbang via ummu-zahidah.blogspot.co.id

Siapa yang pernah begini? Bukan rahasia lagi, kalau makan kekenyangan memang bikin ngantuk. Ada hormon tertentu yang menstimulus otak dengan relaksasi setelah kita kenyang, sehingga tubuh mengartikannya dengan kondisi bahwa kita butuh tidur. Alhasil setelah makan kenyang kebanyakan orang jadi mengantuk. Tidak terkecuali ketika kita selesai berbuka puasa. Padahal tak lama setelah berbuka kita pergi tarawih. Baru beberapa rakaat, sudah menguap. Rakaat selanjutnya, ketika berdiri pun tumbang sampai terjatuh. Wah, kalau sudah begini sakitnya sih nggak seberapa, tapi malunya itu…

Kelima hal di atas bikin kita sadar bahwa manusia memang penuh lupa, sedangkan kesempurnaan hanya milik Allah. Tapi kalau teledornya terus-terusan apalagi disengaja bisa gawat tuh. Maka itu, senantiasa istiqomah dalam beribadah ya!