Menjelang Buka Enaknya Sih Ngabuburit. Tapi Gimana sih Asal-Usul Istilah Ngabuburit?

|

Kalau sudah menjelang sore saat puasa begini, enaknya ngabuburit bareng temen-temen. Dari mulai jalan-jalan sampai kulineran, yang jelas ngabuburit bisa menghilangkan kebosanan saat menunggu detik-detik adzan magrib. Mulai anak-anak muda bahkan sampai yang tua-tua, semuanya hobi ngabuburit. Ini pun mengakibatkan jalanan macet dan mamang-mamang penjual makanan penuh sesak.

Tapi pernah nggak si kalian berpikir, sebenarnya ngabuburit sendiri tuh apa dan gimana sih sejarahnya orang bisa ngabuburit menjelang berbuka? Lembaran Putih Hipwee kali ini akan memberikan informasi dan pengetahuan buat kalian, agar ngabuburit kalian nggak sekadar ikut-ikutan tren aja tapi tahu sejarahnya. Yuk disimak!

Kata “ngabuburit” berasal dari bahasa sunda, dan artinya sama sekali nggak berkaitan sama bulan puasa lho…

Khas Sunda via Star2.com

Ngabuburit adalah bahasa sunda. ‘Burit’ berarti sore, sedangkan ‘ngabuburit’ diartikan sebagai kata kerja ketika orang-orang menunggu datangnya sore. Sehingga pada dasarnya ngabuburit bukanlah aktivitas yang hanya ada pada bulan puasa saja, melainkan di hari-hari biasa juga. Tetapi karena ketika Ramadan orang-orang ingin buru-buru menghabiskan waktu untuk segera berbuka, akhirnya praktik ngabuburit ini identik dengan bulan puasa. Kita pun mengartikan secara luas bahwa ngabuburit berarti kegiatan untuk menunggu berbuka puasa.

Kegiatan sore sebelum berbuka sudah ada sejak dulu, tapi selalu tren saat puasa

Yuk ngabuburit via cdn.sindonews.net

Meskipun kegiatan ngabuburit ini sebenarnya tidak harus berkaitan dengan bulan puasa, tetapi istilah ini paling sering digunakan di bulan puasa. Terutama di kalangan anak muda, mereka mengganti istilah “nongkrong” atau “kongkow” dengan istilah ngabuburit, katanya sih biar lebih Ramadan banget. Akhirnya ngabuburit pun jadi kegiatan ¬†yang tren di bulan Ramadan.

Rata-rata kegiatan ngabuburit dilakukan dengan jalan-jalan ke pasar Ramadan yang juga hanya ramai di bulan Ramadan

Dipilih dipilih via beritagar.id

Ketika bulan puasa, entah mengapa sangat banyak orang yang menjajakan kudapan dan takjil untuk berbuka. Mereka pun berkumpul di satu tempat dan mengundang orang-orang untuk sekedar mampir dan berbelanja, tempat ini banyak disebut sebagai pasar Ramadan. Di beberapa tempat di setiap kota pasti ada yang namanya pasar Ramadan. Pasar Ramadan kebanyakan menjajakan menu berbuka, selain itu jug ada yang menjual pernak-pernik khas lebaran. Pasar Ramadan pun jadi destinasi yang asik untuk ngabuburit bersama kerabat dan keluarga.

Selain jalan-jalan dan belanja, beberapa anak-anak ngabuburit dengan kegiatan yang sangat bermanfaat, yaitu tadarus dan pesantren kilat

Yuk mengaji yuk via webblogkkn.unsyiah.ac.id

Dari pada melakukan kegiatan ngabuburit yang nggak bermanfaat dan menghabiskan uang, kalian bisa contoh sebagian anak-anak jaman sekarang yang ngabuburit dengan tadarus dan pesantren kilat di masjid. Wah, mulia banget ‘kan… Selain menunggu berbuka, kita juga bisa dapat pahala lho. Insya Allah puasa juga lebih berkah dong!

Meskipun entah kapan tren ngabuburit ini dimulai dan terlepas dari bagaimana orang-orang memilih kegiatan ketika ngabuburit, yang jelas jangan sampai ngabuburitnya bikin batal puasa ya. Sayang banget ‘kan, sudah menahan lapar dan haus seharian sampai sore tapi nyatanya nggak kuat?