Hamil Bukan Halangan untuk Tetap Berpuasa, Asalkan Kamu Perhatikan 5 Tips Berikut Ini

|

Puasa adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh mereka yang sudah mampu baik dari segi usia maupun ketahanan diri dalam menjaga hawa nafsu dan juga lapar serta dahaga. Menjalankannya sebulan penuh tentu akan jadi tantangan tersendiri bagimu calon ibu yang sedang dalam keadaan hamil. Munculah keraguan apakah sebaiknya tetap berpuasa atau tidak, mengingat ada janin yang sedang berkembang di dalam rahim. Di mana janin tersebut mendapatkan asupan nutrisi hanya melalui apa yang dikonsumsi oleh sang ibu. Kalau ibunya puasa, apakah tidak berbahaya bagi perkembangan janin? Bagaimana kalau si janin akan kelaparan karena secara tidak langsung juga ikut berpuasa?

Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla meringankan setengah salat untuk musafir dan meringankan puasa bagi musafir, wanita hamil dan menyusui.” (HR. An Nasai no. 2275)

Dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa ibu hamil masuk dalam kategori orang yang mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa selama bulan Ramadan. Mengingat ada calon anak yang sedang dikandungnya dan membutuhkan banyak perhatian. Selain itu, kondisi ibu hamil yang tidak sebugar perempuan lain yang tidak dalam keadaan hamil jadi beberapa alasan mendasar mengapa ibu hamil boleh untuk tidak berpuasa Ramadan.

Tapi, jika ternyata kondisi ibu dan juga janin dalam keadaan baik, dinyatakan sehat oleh dokter, tidak memunyai riwayat keguguran pada kehamilan sebelumnya, terlebih si ibu merasa mampu untuk tetap berpuasa, mengapa tidak? Allah hanya memberikan keringanan, itu berarti, menjalankannya meski dalam keadaan hamil tentu saja bukan hal yang membahayakan jika beberapa poin tersebut diperhatikan. Tentunya juga dengan menjalankan beberapa tips berikut. Simak baik-baik ya!

1. Minum air putih minimal 8 gelas sehari adalah wajib bagi ibu hamil. Dalam keadaan puasa, atur cara minum dari berbuka hingga sahur agar konsumsi air tidak sampai kekurangan

Banyak minum air putih via www.alisarauner.com

Kebutuhan air orang dewasa normalnya adalah 1,5 – 2 liter, atau setara 8 gelas per hari. Hal ini tentu juga sama pentingnya pada kebutuhan yang harus dipenuhi ibu hamil. Jika tidak, bisa saja volume air ketuban dalam rahim kurang dari seharusnya dan itu sangatlah berbahaya. Jika ibu hamil sedang berpuasa, pastikan cairan yang masuk dalam tubuh tetap sama seperti hari-hari biasanya, bahkan kalau bisa dilebihkan, untuk menghindari dehidrasi di siang hari. Caranya, minum masing-masing 2 gelas air putih saat berbuka, menjelang tarawih, sebelum tidur dan juga saat sahur. Tentunya kamu ingin yang terbaik untuk si jabang bayi, bukan?

2. Usahakan tetap makan sebanyak 3 kali sehari, saat berbuka, setelah tarawih dan sahur. Guna mencukupi kebutuhan si kecil di dalam rahim

Tetap makan 3 kali sehari via www.agalia.org.gr

Usahakan untuk tetap makan sebanyak 3 kali sehari guna mencukupi kebutuhan si kecil. Caranya bisa kamu bagi menjadi 3 waktu yaitu saat buka puasa, malam setelah tarawih dan juga ketika sahur. Makanan yang dikonsumsi pun harus diatur agar tetap seimbang antara karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi buah agar kebutuhan serat terpenuhi. Intinya, yang diganti adalah waktu makannya, bukan porsi makannya. Sehingga, janin yang sedang dikandung tetap aman dengan asupan makanan yang dia dapatkan dari apa yang ibunya makan.

3. Ibu hamil yang tidak berpuasa saja perlu mendapatkan perhatian khusus terlebih dalam melakukan aktifitas fisik, apalagi jika sedang dalam keadaan puasa. Jadi, jangan capek-capek, ya!

Jangan capek-capek Ma via lovingthepregnantyou.com

Ibu hamil yang tidak berpuasa saja perlu mendapatkan perhatian khusus terlebih dalam melakukan aktifitas fisik, apalagi jika sedang dalam keadaan puasa. Tak bisa dimungkiri bahwa hamil memang membawa kelelahan tersendiri, bahkan rasanya bergerak barang sebentar saja sudah cukup bikin ngos-ngosan, apalagi kalau sudah masuk trimeser 3. Jadi, jika memutuskan untuk puasa dalam keadaan hamil, kurangi aktifitas fisik yang dapat menganggu jalannya ibadah puasa dan juga kesehatan janin. Jika capek, segeralah istirahat ya!

4. Segera batalkan puasa jika merasa lemas, mual, haus berlebihan, bayi terasa tidak bergerak dan beberapa tanda lainnya seperti berikut

Batalkan jika merasa nggak kuat via www.parents.com

Segera batalkan puasa jika merasa lemas, tidak bertenaga, pusing, mual, haus berlebihan, bayi terasa tidak bergerak, keringat dingin, bahkan sampai pingsan. Beberapa gejala tersebut adalah sinyal yang diberikan tubuh sebagai tanda bahwa tubuh tidak lagi kuat untuk menjalankan puasa. Tak perlu ragu untuk membatalkan puasa saat itu juga. Selain diri sendiri, ada janin yang juga wajib diperhatikan. Jika dipaksa untuk tetap berpuasa, khawatir akan berdampak buruk bagi si janin.

5. Jangan lupa untuk mencatat jumlah hari di mana kamu tidak bisa berpuasa. Hal ini penting untuk pembayaran fidyah di akhir bulan Ramadan nanti

Jangan lupa dicatat ya via id.pinterest.com

Ibu hamil yang tidak berpuasa wajib membayar fidyah sebagai penganti puasanya yang bolong. Fidyah sama dengan memberi makan untuk orang miskin.

Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin” (QS. Al Baqarah: 184).

Ukuran fidyah adalah setengah sho’ kurma, gandum atau beras sebagaimana yang biasa dimakan sehari-hari. Sedangkan ukuran satu sho’ adalah sekitar 2,5 atau 3 kg. Jika kita ambil satu sho’ adalah 3 kg (untuk kehati-hatian) berarti ukuran fidyah adalah sekitar 1,5 kg.

Ada 2 cara pembayaran fidyah, yaitu;

  • Pertama, memberi makanan pokok kepada orang miskin. Misalnya memiliki utang puasa selama 7 hari. Maka caranya adalah tujuh orang miskin masing-masing diberi 1,5 kg beras
  • Kedua, membuat suatu hidangan makanan seukuran fidyah yang menjadi tanggungannya. Setelah itu orang-orang miskin diundang dan diberi makan hingga kenyang. Misalnya memiliki 10 hari utang puasa. Maka caranya adalah sepuluh orang miskin diundang dan diberi makanan hingga kenyang.

Intinya, ibu hamil masih sangat bisa untuk tetap berpuasa. Tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, termasuk konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter kandungan. Jika dokter memberi lampu hijau, maka jalankan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh. Tapi tetap jaga kondisi dan jangan paksakan jika kondisi tubuh tidak memungkinkan.