Inilah Aturan di Negara Berpenduduk Islam Saat Ramadan Datang. Katanya Sih Bentuk Toleransi untuk yang Berpuasa

|

Tinggal di negara dengan mayoritas penduduk beragama Muslim tentu tidak akan banyak mengalami hambatan saat beribadah. Di Indonesia misalnya. Jumlah masjid dan musala di negara kita ini sangat melimpah jumlahnya. Ke manapun kita bepergian, tidak sulit rasanya menemukan tempat untuk melaksanakan kewajiban salat 5 waktu. Begitupun saat puasa. Sudah menjadi tradisi di Indonesia bahwa ketika bulan Ramadan tiba, banyak warung yang jam bukanya berubah. Jika biasanya buka dari pagi, maka ketika puasa warung itu akan buka saat siang atau menjelang waktu berbuka. Meski tetap buka di jam biasa, banyak juga tempat makan yang memberi penutup di jendela-jendelanya supaya tidak terlalu terlihat dari luar. Hal-hal tersebut dilakukan untuk menghargai orang-orang yang berpuasa.

Tak hanya Indonesia, di bawah ini Hipwee telah merangkum negara-negara yang juga menerapkan aturan tertentu saat Ramadan, sebagai wujud toleransi terhadap umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Beberapa di antaranya bahkan lebih ketat lho. Yuk simak!

1. Brunei Darussalam, kalau mau beli makan siang hari, harus dimakan di rumah atau dibungkus

Brunei Darussalam saat bulan Ramadan via www.pamper.my

Seperti yang kita tahu, Brunei termasuk negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Meski begitu, negara tidak mewajibkan setiap tempat makan harus buka di jam-jam tertentu saja. Pemilik warung boleh buka dari pagi hingga malam seperti biasa. Namun yang berbeda adalah, para pelanggan di jam-jam berpuasa tidak boleh makan di tempat, melainkan harus di bungkus dan dimakan di rumah sehingga tidak akan dilihat oleh orang-orang yang sedang berpuasa.

2. Malaysia yang dasar negaranya Islam, punya aturan yang lebih ketat

Restoran Malaysia via www.tripadvisor.co.uk

Di negara ini, Muslim dilarang membeli makanan di gerai-gerai atau restoran publik saat jam-jam puasa. Hal tersebut juga berlaku pada wanita-wanita yang sedang haid sehingga tidak bisa berpuasa. Meski tidak ada aturan khusus yang mengatur boleh tidaknya rumah makan buka di jam berpuasa, tapi bagi kamu yang terlihat membeli makanan ketika belum berbuka, akan mendapat teguran. Biasanya pemilik warung akan memperingatkan karena tidak ingin terkena mendapat masalah.

3. Iran, jarang sekali ada warung buka di siang hari

Pusat perbelanjaan di Iran via euobserver.com

Negara ini memiliki aturan yang lebih ketat lagi saat Ramadan tiba. Memang sih, pemerintah tidak secara langsung melarang tempat-tempat makan tetap buka selama puasa. Namun bagi individu yang ketahuan makan, minum, atau menyajikan makanan dan minuman di muka umum akan mendapat hukuman dari aparat. Maka dari itu, akan sulit bagi kamu yang sedang berhalangan puasa atau yang non-muslim untuk menemukan warung-warung makan ketika bulan Ramadan.

4. Yordania, ketahuan merokok di siang hari akan dipenjara sampai Lebaran

Hukuman penjara di Yordania via www.goderichsignalstar.com

Salah satu negara yang terletak di Timur Tengah ini juga tergolong ketat aturannya. Tidak tanggung-tanggung, orang-orang yang ditemukan aparat sedang merokok di muka umum saat siang hari akan diberi hukuman berupa hukuman penjara sampai tiba waktu Lebaran. Wah tegas ya?

5. Arab Saudi, sangat ketat menghukum masyarakat yang ketahuan makan di siang hari

Hukuman di Arab bagi yang tidak puasa via english.ahram.org.eg

Kalau negara satu ini memang sudah banyak dikenal dari berbagai aturan yang berlaku bagi umat Muslim di sana. Saat puasa Ramadan, pemerintah jelas melarang makan, minum, atau merokok bagi setiap warganya dan berlaku di seluruh tempat terbuka termasuk jalan raya, fasilitas-fasilitas publik, dan kantor. Bagi siapapun yang melanggar akan dikenakan hukuman denda. Dan bagi ekspatriat, hukumannya bisa sampai dideportasi dari Arab Saudi lho!

Itulah 5 negara dengan aturan masing-masing ketika Ramadan tiba. Nah menurutmu adakah yang cocok diterapkan di Indonesia?