Kisah Inspiratif dari Ayana Moon. Mantan Personil Girlband Korea yang Jadi Mualaf dan Berhijab

|

Selama ini girlband Korea identik dengan pakaian minim yang menampakan kaki jenjang. Tarian-tariannya ada yang cute dan ada juga yang seksi. Karena itu, ketika muncul seorang mantan anggota girlband yang menjadi mualaf dan berhijab tentu sangat menarik perhatian.

Namanya Ayana Moon, seorang perempuan Korea baru-baru ini menghebohkan jagad netizen. Kemunculannya foto-fotonya dalam balutan hijab cantik dan anggun menarik perhatian banyak orang. Dalam sebuah video Youtube, Ayana menuturkan perjalanannya menjadi seorang muslim. Mumpung di bulan suci, semoga kisah Ayana Moon menjadi mualaf ini bisa menginspirasi.

 

1. Sebelumnya Jihye Moon adalah anggota F-VE Dolls. Sebuah grop idol Korea yang bubar tahun 2015 lalu

F-VE Dolls atau 5Dolls adalah sebuah girlband Korea yang dibentuk tahun 2011 dibawah naungan Core Content Media. Girlband ini terdiri dari 6 orang cewek cantik, dan mengeluarkan debutnya dengan single Lip Stain dan I Mean You di tahun 2011. Ayana atau Jin Hye-Won adalah salah satu mantan membernya. Sayangnya grup idol ini resmi dibubarkan di tahun 2015, sementara masing-masing personilnya menempuh jalan yang berbeda.

2. Ayana Moon sudah tertarik pada Islam sejak kecil. Meski istilah “Islam” terdengar cute di telinganya, tapi lebih banyak sentimen negatif yang didengarnya

Ketertarikan Ayana pada Islam sudah lama

Sejak usia 8 – 9 tahun Ayana sudah sering mendengar tentang Islam. Pada wakti itu Ayana merasa istilah Islam sangat “cute” dan membuat penasaran. Sayangnya, pada saat itu dunia sedang heboh-hebohnya soal kasus Iraq dan Amerika. Berbagai sentimen negatif seperti terorisme disematkan begitu saja kepada Agama Islam. Sehingga orang awam seperti Ayana merasakan ketakutan dan kebencian atas stigma buruk seorang muslim.

3. Berawal dari ketakutan dan kebencian, Ayana justru tertarik mempelajari Islam lebih dalam. Hingga akhirnya yakin untuk menjadi pemeluknya

Cantik ya Ayana dalam balutan Hanbok dan hijab via www.instagram.com

Namun ketakutan itu nggak membuat Ayana anti-pati. Anehnya, semakin takut, Ayana semakin tertarik untuk mempelajari. Di bangku SMA, rasa ingin tahu Ayana semakin nggak terbendung. Dia mulai mencari tahu segala sesuatu tentang Islam dan negara-negara Timur Tengah di Internet.

Ayana juga sempat ikut Wamy Camp, sebuah short camp ditujukan untuk mereka-mereka yang ingin mengenal Islam. Di sana, Ayana bertemu dengan teman-teman muslim dan mentor-mentor yang membantunya menjawab semua rasa penasarannya. Barulah Ayana merasa apa yang dia ketahui tentang muslim sejauh ini nggak semua benar.

4. Yang tersulit bagi Ayana adalah keharusan perempuan muslim memakai hijab

Ayana dan teman-teman via www.instagram.com

Setelah mengikuti Wamy Camp, Ayana semakin rajin untuk belajar tentang islam dan bagaimana menjadi muslim. Dia rutin mengikuti acara Salam Nuri, semacam “pengajian” mingguan untuk memperdalam pengetahuannya mengenai agama Islam. Dalam video itu Ayana mengaku rasanya mustahil dia bisa menjadi muslim, karena harus pakai hijab. Selain asing, Ayana juga membayangkan pasti akan gerah jika harus membungkus rambut seharian.

Namun akhirnya setelah mempelajari Islam lebih dalam, hati Ayana semakin mantap. Dengan bantuan rekan-rekan muslimnya, Ayana benar-benar menjadi seorang muslimah dan mengenakan hijab.

4. Menjadi minoritas di Negeri Gingseng tentu tak mudah. Apalagi Ayana seorang diri di keluarganya yang memeluk Islam

Di Korea Selatan muslim adalah minoritas via mvslim.com

Seperti yang kita tahu, di Korea muslim adalah minoritas. Sebagian besar penduduk Korea kurang begitu peduli pada agama, dan beberapa masih menganut kepercayaan kuno. Di keluarganya, hanya Ayana yang memeluk muslim. Meski nggak ada pertentangan dari keluarga, namun meyakinkan keluarganya juga tak mudah. Ditambah lagi stigma negatif yang seringkali direkatkan pada muslim begitu saja. Wajar ketika Ayana akan mengikuti Wamy Camp, kedua orang tuanya sangat khawatir akan keselamatan Ayana.

5. Selama proses hijrah, Ayana tak terlalu mengalami kesulitan. Justru setelahnya, banyak orang yang menuduh dia hanya mencari peruntungan dari bisnis halal

endorse via www.instagram.com

Curhatan ini juga disampaikan oleh Ayana di video yang sudah ditonton ratusan ribu kali itu. Selama ini banyak oranng yang melayangkan keraguan terhadapnya. Termasuk tuduhan masuk Islam untuk mencari peruntungan dari bisnis halal. Tahu dong belakangan ini apa-apa yang halal memang sangat diminati. Apalagi saat ini akun IG Ayana yang sudah difollow oleh ratusan ribu orang juga mulai sering bikin postingan pesanan, alias sering endorse. Justru hal-hal seperti inilah yang melukai hatinya.

 

Yang namanya rezeki memang bisa dari berbagai pintu. Tentu bukan salah Ayana bila kisahnya bisa menginspirasi sehingga akunnya menjadi banyak difollow orang. Bukan salah Ayana juga bukan bila kemudian berdatangan tawaran bisnis kepadanya?

Ramadan kali ini adalah yang kelima untuk Ayana. Saat ini Ayana tinggal di Malaysia untuk menjalani masa studinya. Semoga kisah Ayana ini bisa menginspirasimu juga ya!