Perjuangan Seorang Pemuda Asal Pekalongan Berjalan Kaki ke Mekah Menunaikan Ibadah Haji

|

Menunaikan ibadah sebagai bentuk perwujudan iman kepada Tuhan adalah kewajiban setiap umat bergama. Perjuangan dan pengorbanan demi menjalankan kewajiban tersebut tentu mendatangkan pahala, selain kenikmatan yang mengundang rasa syukur. Baru-baru ini dikabarkan seorang pemuda asal Pekalongan dengan bermodal uang dan perlengkapan secukupnya melakukan perjalanan ke Tanah Suci Mekah hanya dengan berjalan kaki. Pada 19 Mei 2017 kemaren Gus Khamim sapaan akrabnya, tiba di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab  setelah berjalan kaki selama hampir 9 bulan, seperti yang dikutip dari Khaleej Times.

Pemuda asal Pekalongan, Mochammad Khamim Setiawan (28) menempuh belasan-ribu kilometer menuju Tanah Suci hanya dengan berjalan kaki.

Simak cerita perjalanan Gus Khamim ini, siapa tahu perjuangan dan pengorbanan Gus Khamim menempuh ribuan kilometer menuju tanah suci Mekah dapat menginspirasimu.

1. Mochammad Khamim Setiawan, berjalan kaki menuju Tanah Suci Mekah demi lakukan kewajibannya sebagai Muslim

goodnews

Memulai perjalanan dari Pekalongan pada tanggal 28 Agustus 2016 lalu, Gus Khamim akhirnya sampai di Abu Dhabi 19 Mei 2017 lalu. Selama perjalanan ia musti menginap di Masjid dan bahkan bermalam di hutan demi menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim.

2. Akan dibutuhkan waktu hampir setahun lamanya untuk sampai ke Mekah, perjuangan Gus Khamim sungguh tak mudah

kitabisa2com

Perjalanan Gus Khamim tentu bukan sembarangan, 13.414 km ditempuh. Jarang yang mampu melakukannya, Gus Khamim selain ingin melunasi kewajibannya juga memiliki keinginan menyebarkan toleransi antar manusia.

3. Bagi Gus Khamim, perjalanannya ke Mekah lebih dari sekadar ambisi melainkan untuk menguji imannya

kitabisacom

Ambisi besar ini dilakukan oleh Gus Khamim untuk menguji ketahanan fisik dan menguji spiritualitasnya. Dia ingin menguji seberapa kuat imannya, seberapa jauh dia akan terus berjalan kaki menunaikan kewajiban sebagai umat Islam.

4. Perjalanan panjangnya diisi dengan ibadah puasa, dia pun mampu berjalan kaki sejauh 50km pada malam hari

kitaa

Dengan hati lapang, jalanan di mana ancaman dan kejahatan kerap mengintai dia isi dengan ibadah puasa dan tentu saja kewajiban-kewajiban lainnya sebagi umat Islam. Pada malam hari dia mampu berjalan sejauh 50 km jauhnya, saat pegal mendera kedua kakinya barulah dia beristirahat dengan sekali-kali bangkit berjalan 15 km sampai benar-benar sembuh.

5. Hanya dengan air dan madu sebagai pengganti suplemen, Gus Khamim hanya dua kali mengalami sakit selama perjalanan

kitabisa

Jangan bayangkan dia membawa banyak bekal medis, Gus Khamim hanya membawa air dan madu untuk bekal medisnya menghadapi cuaca yang silih berganti. Buktinya, selama ini Gus Khamim hanya mengalami sakit saat berada di Malaysia dan India.

6. Dengan perbekalan dan perlengkapan sederhana, Gus Khamim tak pernah merasa kekurangan

kitabisacom3

I’m on my way to Mecca by foot via kitabisa.com

Bekal dan segala perlengkapan yang dibawa oleh Gus Khamim cukup sederhana, tak ada perlengkapan khusus untuk menunjang stamina saat dalam perjalanannya. Dua potong kaos dan celana, dua pasang sepatu, beberapa pasang kaos kaki dan pakaian dalam dan tak lupa tenda dan kantung tidur. Untuk keperluan navigasi dia membawa smartphone yang dibekali dengan GPS, tak hanya itu ia juga menyematkan bendera Indonesia di ranselnya serta menyertakan tulisan berbunyi “I’m on my way to Mecca by foot” di kaosnya.

7. Sarjana Ekonomi lulusan Universitas Negeri Semarang ini sebenarnya seorang kontraktor muda. Alih-alih menabung, dia memilih untuk berjalan kaki

inspiradata

Kontraktor via inspiradata.com

Sebenarnya Gus Khamim adalah seorang kontraktor muda dan memiliki pesantren sederhana. Namun ia menanggalkan predikat itu, dengan bekal finansial seadanya, Gus Khamim memutusan untuk berjalan kaki menuju Mekah. Bukan tak mungkin suatu saat Gus Khamim kembali mengunjungi Mekah dengan tabungannya.

8. Selama perjalanan Gus Khamim banyak bertemu dengan orang-orang istimewa dan bahkan pernah disambut di sebuah kuil Buddha

kitabisaaaa

Gus Khamim menemukan banyak pengalaman menarik selama perjalannya menuju Mekah. Dia pernah disambut para biksu di kuil Buddha Thailand, diberi bekal makanan oleh warga desa di Myanmar, belajar bersama para pemikir Muslim dari banyak negara di India, berteman dengan pasangan non-muslim di Irlandia saat mereka bersepeda di Yangon.

9. Gus Khamim ditargetkan akan sampai ke tanah suci Mekah pada tanggal 30 Agustus 2017

kitaaa

Gus Khamim yang sudah menempuh lebih dari setengah perjalanannya ke Mekah ditargetkan akan tiba di sana pada tanggal 30 Agustus 2017 yang berarti tepat sehari sebelum hari raya Idul Adha. Sungguh kabar yang melegakan, terlepas dari banyaknya masalah yang terjadi di tanah air ini, Gus Khamim bisa menjadi contoh untuk para pemuda Indonesia bagaimana mengelola kesederhanaan sehingga mendatangkan pahala, membuang jauh keluhan-keluhan dan bersemangat menjalani hidup. Masih banyak perjuangan yang perlu diteladani, menyambut Ramadan yang sebentar lagi tiba semoga banyak kabar baik dari Indonesia, semoga laku dan hati terhindar dari hal-hal tercela.