Selamat Datang Ramadhan! Ini Nih 8 Momen Nostalgia Puasa Masa Kecil yang Bikin Bahagia

|

Marhaban ya Ramadhan! Akhirnya bulan suci yang sudah dinanti-nantikan datang juga. Bulan puasa memang punya suasana khas tersendiri yang bikin kangen. Bukan cuma para artis yang berlomba-lomba mengeluarkan single religi, suasana bulan puasa memang nggak akan kamu temui di hari-hari puasa. Tapi menjalani puasa saat masih kecil dengan sekarang mungkin rasanya sedikit berbeda.

Hayo siapa yang dulu suka main kembang api dan petasan? Siapa yang suka sengaja berantem sama teman supaya punya alasan untuk menangis sehingga puasanya batal? Usil dan bandelnya puasa masa kecil memang nggak boleh ditiru. Tapi bagaimana pun juga momen-momen ini membuatmu rindu, kan?

1. Dimulai dari makan sahur sekeluarga. Kalau telat bangun bisa-bisa sahur segelas air putih sama korma doang

Acara bangunin orang sahur yang ngangenin via www.dailymoslem.com

Kalau sekarang, tertinggal sahur mungkin bukan masalah besar. Kamu tetap kuat puasa meski hanya minum air putih saja. Tapi semasa kecil dulu, sahur adalah penentu apakah puasamu tuntas atau tidak. Kalau kamu telat bangun, alamat deh kamu beralasan untuk puasa setengah hari. Lagipula, momen sahur sangatlah khas. Bukan cuma makan bersama keluarga, kamu juga menikmati tayangan waktu sahur yang nggak kamu dapati setiap hari.

 

2. Setelah sahur pun tak langsung tidur. Jalan-jalan pagi supaya sehat, sesekali menyalakan kembang api biar makin terasa suasananya

Siapa yang dulu kelakuannya begini nih? via viral.kincir.com

Sekarang sih setelah sahur banyak yang memilih tidur. Maklumlah, hemat tenaga untuk beraktivitas seperti biasa. Tapi dulu waktu masih kecil, setelah sahur adalah momen yang nggak kalah seru. Karena jarang-jarang kamu bangun sepagi itu, biasanya jalan-jalan pagi dan bertemu teman-teman. Hayo siapa yang dulu hobi main petasan buat mengageti orang?

 

3. Siang hari entah mengapa cuaca selalu terasa lebih panas daripada biasanya. Daripada haus menjadi-jadi, lebih baik bobo cantik sampai sore hari

Tidur untuk menumpuk pahala via beritaku.beritapribumi.com

Sekarang sih, meski puasa aktivitas tetap seperti biasa. Yang kuliah tetap kuliah, yang kerja pun tetap kerja. Dulu waktu masih sekolah, jam belajar jauh lebih pendek dari hari biasa. Kamu bisa pulang lebih cepat dan bersantai di rumah. Cuaca yang panas dan energi yang harus dihemat seolah jadi alasan kamu boleh malas-malasan selama puasa. Apalagi tidurnya orang berpuasa juga mendapat pahala. Hayo siapa yang dulu hobinya tidur seharian sampai menjelang waktu berbuka?

 

4. Kalau anak sekolah pasti akrab banget sama yang namanya Pondok Ramadan atau pesantren kilat. Seru banget deh kalau diingat-ingat

Pondok Romadhon via www.mius.sch.id

Salah satu kegiatan yang hanya ada di bulan puasa waktu kecil adalah Pondok Romadhon. Untuk beberapa hari, sekolah akan menghentikan mata pelajaran biasa dan menggantinya dengan Pendidikan Agama. Ada yang tiga hari ada juga yang seminggu. Terkadang ada juga program menginap di sekolah atau buka puasa bareng. Karena zaman dulu kamu nggak banjir undangan bukber seperti sekarang, momen Pondok Romadhon ini selalu dinantikan.

 

5. Menit-menit menjelang bedug adalah momen “paling lapar”. Sebelnya lagi, di jam-jam ini iklan sirup semakin sering tayang

Nasi telur berasa pizza via suginatty.wordpress.com

Kalau iklan sirup sudah bertebaran di televisi, itu artinya kita sudah benar-benar masuk bulan puasa. Entah apa hubungan antara keduanya, tapi memang begitulah adanya. Yang paling menyebalkan, iklan sirup semakin sering muncul menjelang menit-menit berbuka. Padahal justru di momen itu rasa lapar dan haus sedang menjadi-jadi. Nggak heran deh kalau kamu melirik jam setiap lima menit sekali, dan beberapa kali berpikir kalau jam kamu mati.

 

6. Bukannya bantuin orang masak buat buka puasa, kamu malah sibuk menghirup aroma makanan seolah itu bisa bikin kenyang. Ya namanya anak kecil sih sah-sah saja yaa

Nggak dimakan, cuma dihirup aromanya doang

Sajian di bulan puasa pun tak kalah istimewa. Menunya dirancang dengan sempurna, mulai dari takjil sampai makanan besar. Sebagai anak yang baik, kamu pun ingin membantu menyiapkan menu berbuka. Tapi namanya anak kecil, kreatifitasnya terkadang memang luar biasa. Bukannya membantu masak, kamu malah sibuk menghirup aroma masakan. Memangnya bisa bikin rasa laparnya berkurang ya?

 

7. Sholat tarawih adalah momen bersua dengan teman-teman. Maklum, waktu masih kecil jarang boleh keluar rumah malam-malam

Bercanda saat tarawih via www.aturanislami.ga

Selain pagi hari setelah sahur, sholat taraweh juga jadi momen yang paling dinanti. Pasalnya, saat itu kamu bisa ketemu dengan teman-teman satu sekolah atau satu komplek perumahan. Jadi bukannya beribadah dengan khusyu, kamu malah asyik bermain dengan teman-teman. Mulai dari jajan sana-sini, sampai menertawakan jamaah salat yang mukenanya melorot. Hayo, siapa yang begini kelakuannya? Namanya juga masih anak-anak.

8. Setelah dekat-dekat lebaran pun makin resah. Apalagi kalau orang tua belum ada tanda-tanda ngajak ke toko pakaian

Baju baru alhamdulillah~~ via islamidia.com

“Baju baru alhamdulillah…
Tuk Dipakai di hari raya…
Tak punya pun tak apa-apa…
Masih ada baju yang lama…”

Sepenggal lagu Dea Ananda itu cukup menggambarkan perasaanmu mendekati momen-momen lebaran. Toko baju selalu ramai dikunjungi orang, dan kamu pun mulai ngarep untuk dibelikan baju supaya hits dan keren saat lebaran.

 

Ah, mengenang masa kecil memang selalu lucu ya. Kepolosan dan keceriaannya mungkin akan selamanya kamu rindukan. Sekarang kita sudah besar. Semoga kualitas ibadah kita di bulan Ramadhan juga semakin maksimal. Selamat menjalani ibadah puasa!