Suka Duka Mudik Lebaran yang Cuma Bisa Dirasakan Anak Rantau yang Bisanya Pulang Setahun Sekali

|

Bulan puasa sudah hampir mendekati separuh waktu. Artinya, lebaran sudah semakin dekat! Apa sih yang paling ditunggu-tunggu? Bagimu para anak rantau, mudik ke kampung halaman jadi momen yang sangat dinanti-nanti. Rasanya nggak sabar sampai hari itu tiba. Kangen sekali bisa buka puasa dan sahur dengan masakan ibu di rumah, tarawih bareng keluarga, sampai ngabuburit ke tempat-tempat yang sudah lama nggak dikunjungi.

Meski begitu, perjuangan untuk bisa pulang kampung nggak selalu mudah. Bersama dengan ratusan, atau bahkan mungkin ribuan orang yang sama-sama ingin pulang ke kampung halamannya, kita harus siap untuk berdesak-desakkan di terminal, stasiun, bahkan bandara sekalipun. Rasanya 3 tempat itu nggak akan penuh sesak kecuali saat musim mudik tiba.

Padahal sebenarnya, perjuangan dimulai sejak tiket untuk mudik sudah bisa dibeli. Perasaan baru dibuka, kok sudah habis saja?!

Tiket kereta cepet abis via nasional.republika.co.id

Bisa dibilang, membeli tiket mudik khususnya untukmu yang naik kereta api adalah sebuah kompetisi. Bayangkan saja, tiket kereta api untuk mudik biasanya dibuka pada 3 bulan sebelum lebaran, tepat di jam 00.00. Rasanya sudah ditongkrongin benar-benar di depan laptop, tapi kok belum ada setengah jam, tiket yang ditawarkan sudah habis tak bersisa?! Sedang jika naik pesawat, harga tiketnya bisa naik sampai 100% dari harga normal. Bisa-bisa, uangnya habis buat di jalan. #huft

Naik bis atau travel bisa saja jadi pilihan, tapi macetnya itu lho, nggak nahan!

Memilih moda transportasi melalui jalur darat saat mudik bisa saja jadi pilihan. Tapi, apa kamu yakin dengan macetnya? Seorang kerabat bercerita bahwa ia pernah naik bis untuk mudik lebaran ke kampung halamannya dari Jakarta ke Banjarnegara, Jawa Tengah dengan menghabiskan waktu di jalan selama 2 x 24 jam! Padahal kalau jalanan sedang normal, cukup 12 jam saja untuk bisa sampai ke rumah.

Belum lagi kamu harus berdesak-desakan dengan banyak orang. Jangan kaget, di sini tindak kejahatan sangat mungkin terjadi

Lautan manusia via bisniskeuangan.kompas.com

Kejahatan memang tak mengenal tempat. Dari cara dijambret sampai hipnotis, semua cerita sering kita dengar. Anehnya, dari tahun ke tahun masih saja banyak ditemukan dalam suasana mudik. Maka dari itu, bawa barang seperlunya dan tak perlu berpenampilan mencolok. Jangan sampai perjalanan mudikmu terganggu oleh tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Roda dua juga jadi pilihan transportasi mudik yang sebenarnya sangat berbahaya. Tapi, banyak juga yang memilih naik motor untuk mudik

Sangat berbahaya! via triomotor.co.id

Membayangkan berjam-jam naik motor tentu sangat melelahkan. Belum lagi panas dan hujan yang bisa saja datang tiba-tiba tanpa permisi. Mudik naik motor tentu sangat tidak disarankan, tapi dengan dalih kepraktisan, bisa menembus macet dan juga lebih terjangkau dari segi biaya, banyak orang akhirnya memilih pulang kampung mengggunakan kendaraan roda dua. Kamu yang pernah (atau malah sudah biasa) mudik naik motor, stamina dan kondisi fisik jadi hal utama yang wajib diperhatikan. Selain itu, pastikan kamu tidak membawa beban terlalu berat. Selain tidak nyaman, tentunya sangat membahayakan.

Meski penuh perjuangan, mudik jadi tradisi yang tak lekang oleh waktu. Semua lelah dan penat di perjalanan terbayar saat bisa sampai rumah bertemu keluarga

Akhirnya bisa buka puasa di rumah via solosoloku.com

Meski penuh perjuangan, meski akhirnya harus rela merogoh kocek dalam-dalam untuk selembar tiket, meski akhirnya mau juga bermacet-macet ria karena tak ada jalan lain, mudik tetaplah sebuah tradisi yang tak lekang oleh waktu. Semua lelah dan penat di perjalanan terbayar saat akhirnya bisa sampai di rumah dan bertemu keluarga. Alhamdulillah, akhirnya bisa buka puasa di rumah!

Jadi, gimana, sudah siap untuk mudik tahun ini? Hati-hati di jalan dan salam untuk keluarga di rumah, ya!