Yakin Setelah Berbagi Hal Ini di Media Sosial Niatmu Beribadah Masih Lurus? Jangan-Jangan Udah Riya’?

|

Bulan Ramadan tentu jadi bulan yang paling ditunggu oleh umat Muslim. Kesempatan untuk mendulang pahala berkali-kali lipat hanya ada di bulan penuh rahmat ini. Sebisa mungkin mereka yang beragama Islam akan memanfaatkan kesempatan ini untuk beribadah sebanyak-banyaknya. Tentu harapannya, semua ibadah ini mampu dilakukan dengan khusyuk dan diterima oleh Yang Maha Kuasa.

Namun apakah ini bisa dibilang sebagai godaan atau nggak, tapi pada nyatanya kehadiran media sosial saat ini telah mengubah arti dari ibadah itu sendiri. Melakukan ibadah yang semestinya hanya diketahui oleh sang Tuhan dengan hamba-Nya, kini juga diketahui oleh orang lain. Mengunggah ibadah-ibadah yang dilakukan di media sosial tentu adalah kesengajaan. Tapi niat di balik itu tentu hanya sang pengunggah dengan Tuhannya yang tahu. Meski nggak ada larangan buatmu untuk mengunggah hal-hal ini, tapi apakah ada jaminan setelah membagikannya di media sosial niatmu masih lurus dengan niat lillahi ta’ala?

 

Mengunggah foto menggunakan mukena sehabis tarawih di mesjid kira-kira tujuannya apa ya?

Selfie sehabis salat via foto.ureport.news.viva.co.id

Bulan Ramadan tentu identik dengan salat tarawih. Salat yang dilakukan sehabis salat Isya ini memang hanya bisa dilakukan ketika bulan puasa. Mereka yang masih bisa merasakannya di tahun ini tentu akan bersyukur. Karena ini adalah kesempatan yang hanya datang setahun sekali. Tapi semenjak kehadiran media sosial, salah satu ibadah kerap kali dijadikan bahan untuk dibagikan. Memang, caption-nya berisi rasa syukur kepada Allah SWT karena masih diberi kesempatan untuk salat tarawih. Tapi dengan menggunggahnya di media sosialmu, bukankah sama saja dengan ingin memperlihatkan kalau kamu termasuk orang yang rajin beribadah?

 

Niatnya sih bersyukur karena waktu berbuka telah tiba, tapi mengunggah foto makanan yang ada apa nggak pamer ujung-ujungnya?

Pamer berbuka puasa via www.maxmanroe.com

Jika hari-hari biasa media sosial sering diramaikan dengan foto-foto selfie, sebuah destinasi wisata, hingga makanan-makanan rekomendasi, di bulan Ramadan ini tentu saja foto-foto serupa masih menghiasi media sosial namun ada embel-embel puasanya. Misalnya yang satu ini nih. Mengunggah foto meja yang dipenuhi makanan untuk berbuka puasa seakan menjadi hal yang lumrah. Dengan caption “Alhamdulillah, akhirnya berbuka, Selamat makan semuanya”, apakah menjamin nggak ada niat pamer walau hanya seujung kuku?

 

Baru beberapa hari tapi udah namatin belasan juz kayaknya nggak perlu di-share ya?

Baca Alquran via www.cumicumi.com

Satu lagi ibadah dimana orang-orang berlomba melakukannya adalah membaca Alquran dan menamatkannya selama bulan puasa. Setidaknya satu hari harus tamat satu juz, sehingga di akhir puasa nanti kamu termasuk menjadi orang-orang yang berhasil menamatkan bacaan Alquran. Namanya juga berlomba mendulang pahala, tentu sebisa mungkin semakin banyak ayat Alquran yang kamu baca dalam sehari semakin besar pula kesempatanmu untuk menamatkan Alquran di bulan puasa berkali-kali. Tapi haruskah progresmu dalam menamatkan bacaan Alquran harus diunggah di media sosial. Meskipun tujuannya bersyukur, apakah nggak ada terbersit pikiran kalau “baru puasa beberapa hari aja aku udah hampir namatin baca Alquran”?

Mengunggah kegiatan sosial seperti menyantuni anak yatim juga harus berhati-hati agar nggak merujung riya

Kegiatan sosial via Transsulawesi.com

Satu lagi momen yang sering dilakukan ketika bulan puasa adalah mengadakan kegiatan sosial seperti berbagi takjil hingga berbuka bersama anak yatim. Hal mulia ini tentu akan lebih bermakna jika kita bisa melakukannya dengan niat ibadah semata. Tapi nggak jarang, rasa bahagia kita ketika melakukan hal baik ini bakal terasa kurang jika orang lain belum tahu. Oleh karena itu, nggak sedikit dari kita yang mengunggahnya di media sosial. Meski tujuannya baik, tapi ibadahmu menyantuni anak yatim seperti ini tentu akan lebih khusyuk ketika memang hanya kamu yang tahu. Dan siapa yang tahu ketika kamu mengunggahnya dan mendapatkan pujian atai like dari orang lain nggak akan membuatmu merasa tersanjung dan berujung pada riya?

 

So, daripada ujung-ujungnya mengganggu niatmu dalam beribadah, lebih baik tahan keinginanmu untuk membagikan semua ibadah yang kamu lakukan di media sosial ya. Ibadah seharusnya tentu menjadi urusanmu dengan Tuhan, tanpa perlu diketahui orang lain. Lagian Tuhan ‘kan nggak main media sosial, bener nggak?